Wednesday, June 30, 2010

GUARDIAN ANGEL

Waktu natal pertama keluarga Ririhena tahun 2007 kita ngadain acara ngumpul - ngumpul di rumahnya Oom Paul. Soalnya waktu itu acara pertama dan belum ada dan untuk jalan jauh...


Dalam perjalanan kita mampir di kuburan Oma Bali dan Opa Hengky sama kuburannya Oom Richard dan Oom Bram.


Sesampainya di Puncak diadain permainan yang unik banget namanya "GUARDIAN ANGEL". Cara mainnya adalah ada kertas yang digulung kayak kertas arisan gitu, didalemnya itu ditulis nama salah satu saudara. abis itu, kita disuruh narik. nah, kita kan bakalan dapet satu nama, orang itu yang mesti kita jagain atau layanin selama kita di puncak. layanin ga usah yang berat tapi cukup nawarin makan, nawarin minum ato bantuan-bantuan ringan. Tapi, kita ga boleh ngasih tau kalo kita GUARDIAN ANGEL dia..


Oke, permainanpun dilaksanakan. Tidak ada yang beda dari ngumpul - ngumpul biasa cuma ngobrol, main dan lain - lain. nah, gue kan jadi GUARDIAN ANGEL-nya tante Melda, jadi gue mesti jagain tante melda. Tapi, gue malah cuek.


Gue liat - liat kok ga seorangpun yang nawarin gue makan atau minum atau nolongin apa kek kecuali nyokap gue. nah, hal itu gue anggap biasa dan bahkan gue cuekin nyokap gue biar GUARDIAN ANGEL gue nolongin gue dan gue menang.


Sampe hari terakhir di puncak ga ada juga yang nunjukin GUARDIAN ANGEL gue. gue udah yakin bakalan kalahdan ga dapet hadiah. hehehe
Oke, penjurian pun tiba. kita semua ditanyain ama kak Dora selaku panitia. kita disuruh nebak siapa GUARDIAN ANGEL kita. Banyak yang salah nebak. ckckkck parah ya... hehe..


Giliran sampai kepada gue dan gue ditanyain.
Panitia : Frits, siapa Guardian Angel-nya ?
Gue : Ga Tau kak.. hehe
P : Yaudah tebak aja ? emang ga ngerasa ada yang ngebantuin kamu ?
G : ada sih kak..
P : Siapa ?
G : MAMA . . 


dan nyokap gue berteriak " BENER.. BENER..."
Semua mata pun tertuju pada gue dan mak gue. orang-orangpun heran. terlebih-lebih gue. dalam hati gue mikir, kalau emang emak gue yang jadi Guardian Angel gue, kenapa ga ngasih tau aja biar cepet jadi gue ga nyari-nyari lagi. hehe


tapi, dari kejadian itu gue dapet pelajaran. Mama/Ibu kita terkadang sering memperhatikan kita, meyayangi kita dan mau berkorban untuk kita terkadang kita anggap hal yang biasa. kita sering mengharapkan bantuan dari "GUARDIAN ANGEL" yang lain.





Brapa puluh tahun lalu
Beta masih kacileee.
Beta ingat tempo itu,
Sio mama gendong, gendong betaeee...
Sambil mama bakar sagu,
mama manyanyi lah bujuk-bujuk
Lah sampai basar bagini
Beta tra lupa mama..eee...
Sio mama e....beta rindu mau pulangeeee
Sio mama e....beta so lia...kurus lawange
Beta balum balas mama...
Mama pung cape sio dolo dolo
Sio Tete Manisee, jaga beta pung mama..eeee....

By : Frits Ririhena

BEDA TEMAN BIASA DENGAN SAHABAT


Teman Biasa : kalau datang diambilin minuman.
Sahabat : kalau datang langsung buka kulkas.

Teman Biasa : selalu mendukungmu kalau memang kamu benar.
Sahabat : selalu mendukungmu sekalipun kamu salah.

Teman Biasa : kalau nelpon bilang, "Halo, ini aku, kamu mau ikut jalan-jalan ke mall, tidak?"
Sahabat : kalau nelpon langsung bilang, "Hei, aku tunggu di mall ya!"

Teman Biasa : kalau ngobrol dimulai dengan kalimat, "Hei. .tahu tidak apa yang terjadi pada saya bla-bla-bla. . ."
Sahabat : kalau ngobrol dimulai dengan kalimat, "Hei. . ada kabar apa nih darimu bla-bla-bla. . ."

Teman Biasa : tidak pernah melihat kamu menangis.
Sahabat : menyediakan bahunya untukmu menangis.

Teman Biasa : selalu bawa hadiah kalau datang kepestamu.
Sahabat : datang lebih pagi untuk menolongmu mempersiapkan kue dan pulang telat karena menolongmu membersihkan ruangan.

Teman Biasa : biasanya kesal
(meskipun cuma dalam hati)
kalau dia terbangun karena kamu nelpon.
Sahabat : selalu bertanya, "kenapa lama tidak nelpon?"

Teman Biasa : penasaran ingin mendengar pengalaman memalukanmu.
Sahabat : bisa- bisa 'memeras'mu karena ia tahu semua pengalaman memalukanmu!



Teman Biasa : mau mendengarkan curhatmu.
Sahabat : mau menolongmu menyelesaikan masalahmu.

Teman Biasa : tidak tahu nama belakang
(bahkan nama depan) ortumu.
Sahabat : mereka punya no telepon ortumu di buku teleponnya.

Teman Biasa : selalu berpikir bahwa persahabatan selesai kalau sampai berantem.
Sahabat : kalau belum berantem berarti belum sahabatan!

Teman Biasa : selalu mengharapkanmu.
Sahabat : selalu menjadi harapanmu.

Teman Biasa : Menjadikan kita sebagai orang yang patut disalah salah kan kalau kita memang salah
Sahabat : Menutupi kesalahan kita dengan kecerobohan dia

Teman Biasa : Mengharapkan imbalan yg lebih
Sahabat :selalu ingin membantu tanpa imbalan

Tuesday, June 29, 2010

BELAJAR DARI FILM "KARATE KID"

Beberapa hari yang lalu, saya menonton tentang film yang berjudul "KARATE KID" yang diperankan oleh Jackie Chan. Dan saya mendapatkan pelajaran dari film itu.


Berikut Sinopsinya : Dre Parker (Jaden Smith) adalah anak paling populer di Detroit hingga ia dan ibunya (Taraji P. Henson) pindah demi karir yang lebih menjanjikan. Di rumah baru mereka di Beijing, Parker menyukai murid bernama Mei Ying. Mereka mengalami kesulitan menjalin persahabatan karena perbedaan budaya dan Ayah Ying tidak menyukai hubungan mereka. Keadaan semakin rumit saat pimpinan gang terkenal, Cheng, mengincarnya

Dengan ancaman yang terus membayangi serta tidak ada tempat lain untuk berlindung hingga ia bertemu Mr Han (Jackie Chan). Mr. Han membuat kesepakatan dengan pimpinan gang bahwa  jika mereka membiarkan Dre berlatih kung-fu, Dre akan menghadapi mereka di turnamen kung-fu. Merahasiakan gelar ahli kung-fu nya, Mr Han mengajarkan Dre teknik-teknik kuno tetapi efektif yang membuat Dre siap menghadapi Ayah Ying dan kelompok Cheng di turnamen bela diri. Latihannya cukup sederhana pertama - tama, Dre harus belajar mengambil dan menggantung jaketnya. Sekian lama Dre berlatih dia bingung kenapa dia hanya diajari melatih menggantung dan mengambil jaket. sampai lama kelamaan dia merasa bosan dan tidak mau berlatih lagi. Di tengah keputusasaannya Mr. Han mulai memberi tahu dia manfaat dia berlatih menggantung jaket. Otot Dre membesat, tanggannya menjadi lebih kuat dan dia menjadi lebih cepat, sehingga Dre mulai mengerti manfaatnya.


Pelajaran yang didapat :


Kita sering meminta sesuatu kepada Tuhan. Tapi, kadang apa yang Tuhan berikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Padahal Tuhan sudah memberikan yang kita minta bahkan lebih baik dari yang kita butuhkan.


Kita adalah umat yang sungguh dicintai Tuhan. Karena cintanya itu, Ia tidak akan membuat kita jatuh ke dalam "lubang". Salah satu kata yang paling saya sukai "SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTU-NYA" = FRITS RIRIHENA =

Monday, June 28, 2010

7 KEAJAIBAN DUNIA

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh
Keajaiban Dunia." Pada awal dari pelajaran, mereka diminta
untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh
Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak-
sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan
seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum
mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya
kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.
dey_ang (9:50:59 AM): Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit.
Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya." Sang guru
berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan
mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, "Tujuh
Keajaiban Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,

Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi
kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya
"keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan
karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai "biasa".

Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal
yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda.


sumber http://bungacerita.blogspot.com/

BATU KECIL

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.


sumber http://bungacerita.blogspot.com/

8 X 3 = 23 ?

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?

"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".

Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".

Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"

Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"

Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".

Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius  berkata
kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."

Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.

Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.

Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.

Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"

Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".

Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."

Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."

Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.

Cerita ini mengingatkan kita:

Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.

Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.

Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.

Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.

Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga

Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.

BE A WINNER!